Anti korupsi Kelas XI ( sebelas ) part I

25 Aug 2021 77

Anti korupsi Kelas XI ( sebelas ) part I



JUJUR

Bersikap baik kepada orang lain, tetapi tidak dilandasi kejujuran adalah kemunafikan dan racun bagi diri sendiri. Tidak jujur berarti tidak seiya-sekata dan itu berarti orang yang tidak jujur belum sanggup mengambil sikap yang  lurus.  Orang  yang  tidak  lurus, tidak menempatkan dirinya sebagai titik tolak, tetapi lebih mengutamakan apa yang diperkirakan diharapkan oleh orang lain. Kejujuran dimulai dari lingkungan yang terdekat, yakni dari diri sendiri, keluarga, kelas, sekolah dan tempat tinggal. Ibarat bola salju, pribadi jujur akan menggelinding terus membentuk keluarga yang jujur.

 

Keluarga yang jujur menggelinding terus membentuk lingkungan tempat tinggal terdekat yang jujur. Lingkungan yang jujur menggelinding terus tak tertahankan akan membentuk masyarakat yang jujur dan masyarakat jujur seperti itu pada akhirnya akan mampu membangun karakter bangsa yang jujur. Contoh dalam hal ini adalah bangsa Finlandia. Kata-kata kunci kejujuran adalah berkata dan bertindak benar, lurus hati, terhormat, terbuka, menghargai diri sendiri, dapat dipercaya, memiliki niat yang lurus terhadap setiap tindakan (Bahri, 2008: 15; Tamrin, 2008: 16). Kejujuran ibarat naik sepeda,  perlu latihan untuk bisa terampil.

 

Dalam kehidupan sekolah, nilai kejujuran dapat diwujudkan oleh peserta didik , dengan tidak melakukan kecurangan akademik, seperti tidak berbohong kepada guru dan dosen, tidak mencontek saat ujian, tidak melakukan plagiarisme, dan tidak  memalsukan nilai. Jujur :


a)      Berkata benar

b)      Bertindak benar

c)      Terbuka

d)      Menghargai diri senddiri

Kejujuran merupakan hal yang tidak terbatas dan sangat menentukan dan dapat menjadi pendorong kita, melampaui yang kita perkirakan. Kejujuran juga lebih berat dan susah dari yang kita bayangkan. Karena budaya kita memahami dan membelokkan makna.

Kejujuran yang sebenarnya menjadi “bagikan pendapat dan perasaan kamu”, dengan mengatakan kepada orang lain tentang hal yang tidak membuat nadi dan hati kita tidak berdebar (kalau menyatakan sesuatu dengan hati berdebar, dan tekanan darah naik berati tidak jujur).

Hal yang diyakini dan dipahami oleh budaya kita itu bukanlah bertolak belakang dengan dengan makna sebenarnya dari Kejujuran; melainkan yang dipahami budaya tersebut adalah kebalikan dari rasa malu, atau ketidakmaluan. Kejujuran yang dipahami secara dangkal mengarah ke “berbagi”; Kejujuran yang dipahami secara dalam akan mengarah ke Kebenaran. Kejujuran yang dipahami secara dangkal dinyatakan dihadapan kehadiran orang lain; sedangkan Kejujuran yang dipahami secara dalam dinyatakan dihadapan kehadiran Tuhan (dan sudah pasti dihadapan hati kita sendiri masing-masing).

 

Tat Twam Asi adalah ajaran moral yang bernafaskan ajaran agama Hindu.

Wujud nyata dari ajaran ini dapat kita lihat dalam kehidupan dan prilaku dan prilaku keseharian dalam umat manusia. Manusia dalam hidupnya memiliki berbagai macam kebutuhan hidup yang dimotifasi oleh keinginan (Kama) manusia itu sendiri. Manusia sebagai mahluk hidup itu banyak jenis,sifat dan ragamnya, seperti manusia sebagai mahluk individu,sosial, relligius, ekonomis, budayadan lain sebagainya. Semua itu harus dapat dipenuhi oleh manusia secara menyeluruh dan bersamaan tanpa memperhitungkan situasi dan kondisinya serta keterbatasan yang dimilikinya, betapa susah yang dirasakan oleh setiap individu.


 

DISIPLIN

Wujud dari kehidupan disiplin dalam kegiatan di sekolah, di antaranya adalah belajar sesuatu dengan cermat, mengerjakan sesuatu berdasarkan perencanaan yang matang, serta menyelesaikan tugas tepat waktu. Kata kunci disiplin :


a)      Konsisten

b)      Perencanaan

c)      Tepat waktu

d)      Komitmen

e)      Fokus

f)       Taat

g)      Tekun

h)      Ada tujuan

i)       Ada prioritas.

Disiplin merupakan kunci dari kesusksesan seorang pemimpin. Disiplin memang tidak mudah, tapi dengan latihan yang terus-menerus, komitmen pada perencanaan yang ytelah dibuat, maka akan membentuk sebuah kebiasaan yang positif dan mampu melatih diri menjadi konsisten.

 

Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :

a)      Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar negeri.

b)      Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi.

c)      Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serat memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna.

d)      Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu.

e)   Semakin -> pudarnya -> semangat ->  gotong royong, -> kepedulian, -> solidaritas, -> dan kesetiakawanan sosial

f)       Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Disiplin adalah perilaku dan tata tertib yang sesuai dengan peraturan dan ketetapan, atau perilaku yang diperoleh dari pelatihan yang dilakukan secara terus menerus. Orang melakukan sikap disiplin karena ia mempunyai suatu tujuan yang hendak dicapai setelah ia melakukan sikap tersebut. bertujuan agar siswa belajar hidup dengan pembiasaan yang baik, positif, dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.

 

Disiplin sangat penting untuk mendidik seseorang di dalam kebenaran. Biasanya ungkapan disiplin ini diterapkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja dan tempat umum. Dimana mana sebenarnya ada aturan aturan yang perlu kita ketahui dan lakukan. Selain itu, banyak ayat alkitab juga menyebutkan tentang disiplin diri dan rohani mencangkup semua bidang kehidupan kita.

 

Dalam beberapa situasi disiplin bisa sangat diperlukan. Jika tidak ada disiplin,  hasilnya tidak akan baik. Kesan yang ditimbulkan adalah tidak teratur, tidak sesuai, menyimpang atau tidak tepat waktu. Disiplin dari Allah pun diberikan untuk membuat hamba hamba Nya tidak menyimpang. Disiplin ini juga nerupakan bukti kasih Allah.