Anti Korupsi Kelas XI (Sebelas) part II

25 Aug 2021 61

Anti Korupsi Kelas XI (Sebelas) part II



TANGGUNGJAWAB

 

Bertanggung jawab berarti suatu sikap terhadap tugas yang membebani kita, dimana kita merasa terikat untuk menyelesaikannya demi tugas itu sendiri (Suseno, 1987: 145). Dalam tanggung jawab terdapat pengertian penyebab, artinya orang bertanggung jawab terhadap sesuatu sikap dan perbuatan yang disebabkan olehnya. Setiap orang harus bertanggung jawab terhadap apa yang diniatkan, dikatakan, dan dilakukan, terlebih mereka yang mengaku dirinya pemimpin. Seorang pemimpin yang bertanggung jawab terlahir dari individu yang bertanggung jawab. Seorang belum dapat memimpin orang lain kalau ia tidak mampu memimpin dirinya sendiri. Seorang pemimpin adalah orang yang pertama kali mengerjakan tugas dan orang yang paling akhir mengambil hak atau bagiannya (Bahri, 2008). Kata kunci tanggung jawab adalah komitmen, siap menanggung resiko, menjaga amanah, berani menghadapi resiko, tidak mengelak.

Rasa tanggungjawab merupakan ciri individu yang bisa diandalkan. Berani bertanggungjawab berarti siap menanggung resiko atas perbuatan. Jangan takut memikul beban tanngungjawab, sebab dengan membiasakan diri bertanggungjawab berarti siap menjadi pemimpin yang handal di masa mendatang.

 

Ø  Faktor Internal Penyebab Pelanggaran HAM

Berikut merupakan beberapa faktor internal penyebab pelanggaran HAM yang didasarkan pada kondisi pelaku sehingga kemudian ia melakukan pelanggaran HAM.

a)      Sikap Egoisme,

b)      Tingkat Kesadaran HAM yang Rendah,

c)      Kondisi Psikologis Pelanggar HAM,

d)      Tingginya Intoleransi,

e)      Rasa Ingin Balas Dendam,

f)       Kurangnya Rasa Empati.

 

Ø  Faktor Eksternal Penyebab Pelanggaran HAM

Berikut merupakan beberapa faktor eksternal penyebab pelanggaran HAM yang didasarkan pada kondisi dan situasi negara dan lingkungan sekitar secara umum.

a)      Penyalahgunaan Kekuasaan,

b)      Sistem Hukum yang Tidak Berjalan,

c)      Struktur Politik dan Sosial

d)      Masalah Ekonomi,

e)      Sosialisasi HAM yang Kurang,

f)       Penyalahgunaan Teknologi.

 

 

Iman kepada Yesus Kristus pada dasarnya adalah iman yang percaya akan keselamatan oleh anugrah dari Tuhan, bukan karena perbuatan baik kita. Lantas apakah hal ini berarti seseorang yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat dapat secara bebas melakukan dosa? Tentunya tidak.

 

Untuk dapat meluruskan kesalah pahaman konsep keselamatan oleh anugrah itu sendiri, seseorang harus terus mengalami pertumbuhan iman. Seperti yang dikatakan dalam Yohanes 3:30, kita harus menjadi semakin kecil dan membiarkan Yesus yang semakin besar dalam hidup kita. Caranya adalah dengan bertumbuh dalam pengenalan kita akan Kristus dan pengenalan itu sendiri dapat kita peroleh dari mendengar firman Kristus.

 

Selanjutnya, kita memiliki tanggung jawab agar hikmat dari firman yang kita dengar tidak berhenti di situ saja, namun diteruskan menjadi perbuatan nyata. Sebab, jika kita tidak melakukannya maka firman itu akan mudah terlupakan. Namun untuk dapat melakukannya, maka kita harus bisa mengingatnya juga. Nah, di sinilah kita dapatkan kaitan yang erat antara mendengar dan melakukan firman. Tanggung jawab kita bukan hanya mendengar dan bukan hanya melakukan firman Kristus, namun keduanya harus dijalankan agar hidup kita semakin berkenan di mata Tuhan.

 

 

 

SEDERHANA

 

 

Rendah hati dan lebih suka menghasilkan daripada menghamburkan. Merumuskan tujuan hidup dan cara mencapainya dengan rumusan formula sederhana :

a)      Jelas (specific),

b)      Terukur, punya padanan fisik (measurable),

c)      Bisa dicapai (attainable),

d)      Relevan (relevant),

e)      Ada tahapan waktu (time-based)

 

Mempunyai barang-barang yang serba mahal akan membuat serba was-was, takut hilang, takut rusak dan akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya perawatan. Tapi membeli barang yang lebih terjangkau (murah) perasaanakan lebih tenang. Dengan hidup sederhana tidak akan berfikir sedang trend atau tidak asal masih berfungsi dengan baik bisa digunakan. Uang akan teralokasi pada hal-hal yang lebih prioritas dalam hidup, tidak terbuang percuma hanya untuk menurutkan hawa nafsu.

 

Pernah lihat penampilan Marching Band disekolah atau di festival? Pasti biayanya mahal, kita bisa memainkan alat bekas menurut kreasi kita. Bisa juga membuat dengan alat sederhana yang ada di sekitar kita tanpa harus membeli. Atau belajar membuat alat musik sederhana dan memanfaatkannya dengan memanfaatkan seluruh bagian tubuh seperti tepuktangan yang dikreasikan. Dengan membaca dan melaksanakan aktivitas, mampu menjadi antikorupsi yang mampu menjelaskan pentingnya bersyukur dan mengaplikasikan alat-alat sederhana.