Antikorupsi Kelas X (part I)

16 Jul 2021 148

MATERI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI KELAS X


Pengertian Jujur

Kejujuran adalah sifat (keadaan) jujur, ketulusan hati, dan kelurusan hati (Pusat Bahasa Depdiknas, 2002: 479). Kejujuran adalah mengungkapkan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang dilakukan, dialami dan dirasakan (Sutrisno dan Sasongko, t.th.: 40). Kejujuran merupakan dasar setiap usaha untuk menjadi orang kuat secara moral (Suseno, 1987: 142). Tanpa kejujuran, manusia tidak dapat maju selangkah pun, karena ia tidak berani menjadi diri sendiri. Tanpa kejujuran, keutamaan-keutamaan moral lainnya akan kehilangan nilainya.


Dalam Agama Islam Kandungan Q.S. al-Māidah/5:8

Ayat ini memerintahkan kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat, jujur, dan ikhlas karena Allah Swt., baik pekerjaan yang bertalian dengan urusan agama maupun pekerjaan yang bertalian dengan urusan kehidupan duniawi. Karena hanya dengan demikianlah mereka dapat sukses dan memperoleh hasil balasan yang mereka harapkan. Dalam persaksian, mereka harus adil menerangkan apa yang sebenarnya, tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat dan kerabatnya sendiri. Ayat ini seirama dengan Q.S. an-Nisā/4:153, yaitu sama- sama menerangkan tentang seorang yang berlaku adil dan jujur dalam persaksian. Perbedaannya ialah dalam ayat tersebut diterangkan kewajiban berlaku adil dan jujur dalam persaksian walaupun kesaksian itu akan merugikan diri sendiri, ibu, bapak, dan kerabat. Selanjutnya, dalam ayat ini diterangkan bahwa kebencian terhadap sesuatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur, walaupun terhadap lawan.


Sebagai orang Kristen kita dituntut untuk hidup dibimbing oleh Roh, siapa yang telah memiliki Kristus telah menyalibkan daging dengan segala hawa napsu dan keinginannya.


Salah satu perbuatan baik adalah jujur, kita harus selalu memupuk dan memelihara karakter jujur dalam setiap kegiatan kita sehari – hari. Ketika kita berbuat jujur maka hati kita menjadi senang dan apabila kita berbuat tidak jujur maka hati kita menjadi gelisah, meyesal.


Bekerjalah sesuai dengan jalan Allah. Ada dalam Alkitab,TUHAN membenci orang yang memakai timbangan yang curang tapi Ia senang dengan orang yang memakai timbangan yang tepat” (Amsal 11:1, TLB). Dari bacaan tersebut jelaslah bahwa kita di wajibkan berprilaku jujur dalam segala hal karena dengan kejujuran kitapun dapat membantu orang lain untuk hidup lebih baik. Sikap jujur dapat juga menjauhkan kita dari perbuatan korupsi.


Sila pertama kali diajarkan oleh Sang Buddha kepada lima pertapa yang bernama Assaji, Vappa, Bhadiya, Kondanna dan Mahanama sewaktu menjabarkan Empat Kesunyataan Mulia (Cattaro Ariyasaccani) yang kemudian disebut Dhammacakkapavattana Sutta. Dalam Sutta ini disebutkan adanya Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha (dukkha-nirodha gaminipatipada) yang dinamakan Jalan Tengah (Majjhimapatipada) dan disebut juga Jalan Berunsur Delapan (Atthangika-magga) karena terdiri dari delapan unsur, yaitu:

a. Pandangan Benar

b. Pikiran Benar

c. Ucapan Benar

d. Perbuatan Benar

e. Penghidupan Benar

f. Usaha Benar

g. Kesadaran Benar

h. Samadhi Benar


Pengertian Disiplin


Kedisiplinan berasal dari kata disiplin, artinya tata tertib, ketaatan kepada peraturan (Pusat Bahasa Depdiknas, 2002: 268). Disiplin merupakan kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, pantang mundur dalam menyatakan kebenaran, dan pada akhirnya mau berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara (Bahri, 2008: 3). Hidup disiplin tidak berarti harus hidup seperti pola militer dengan hidup di barak bagai robot, tetapi hidup disipilin dipahami siswa atau mahasiswa dengan cara mengatur dan mengelola waktu sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Manfaat hidup disiplin adalah siswa atau mahasiswa dapat mencapai tujuan atau mengejar kepentingan secara lebih efisien dan efektif. Kata kunci kedisiplinan adalah komitmen, tepat waktu, prioritas, perencanaan, taat, fokus, tekun, dan konsisten (Tamrin, 2008: 17),


Disiplin merupakan proses membiasakan diri umat Hindu pada berbagai aktifitas spiritual, menjadi prilaku dan tindakan sehari-hari. Melalui disiplin akan membentuk mentalitas dan karakter umat Hindu dalam kehidupan. Dalam Yoga Sutra Patanjali menyebutkan ada tiga disiplin diri untuk bisa terbebas dari penderitaan, sekaligus mentalitas yang akan mendekatkan diri kita kepada Tuhan . Tiga disiplin ini disebut dengan “Tri Kaya Yogah” disebutkan sebagai berikut: Tapah swa dhyaya swara dhyayeswara pranidhanani kriya yoga Artinya: Kesederhanaan [tapa],mempelajari kitab suci [swadhyaya], dan penyerahaan [pengabdian]kepada tuhan, semuanya ini merupakan‟disiplin yoga yang disebut kriya-yoga.