Siswa-siswi SMAN 1 Gunung Alip Tanggamus menunjuk kebolehannya dalam Karya Seni Wawacan, Lagu Lampung serta Ceramah Singkat (Kultum) untuk mengisi Program acara pada Radio Gema Edukasi

Dalam upaya mendukung pelestarian aset budaya bangsa yakni Wawacan Lampung, UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BATIK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melalui Program Acara Budaya Lampung yang diselengarakan oleh Radio Gema Edukasi.  Pada tanggal 1 April 2021 Radio Edukasi menerima kunjungan. Siswa-siswi dari SMAN 1 Gunung Alip Tanggamus akan mengisi Acara Budaya Lampung, dimana Siswa-siswi SMAN 1 Gunung Alip Tanggamus menunjuk kebolehannya  dalam Karya Seni Wawacan, Lagu Lampung serta Ceramah Singkat (kultum) untuk mengisi Program acara pada Radio Gema Edukasi - http://gemaedukasi.radiostream123.com/ 

Karya seni  ini merupakan wujud nyata dalam pelestarian warisan budaya tak benda yang nantinya akan dikemas dalam konten audio visual. Dengan ada kunjungan ini, diharapkan minat anak-anak muda untuk melestraikan budaya Lampung lebih meningkat .

Radio merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan udara atau ruang antariksa sebagai bahan antara (medium) yang bentuk umum sistemnya adalah sebuah pemancar yang memancarkan dayanya melalui antenna kea rah tujuan dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Secara tidak sadar, dengan mendengarkan radio kita belajar untuk fokus terhadap apa yang kita dengar, karena siaran di radio tidak bisa di ulang kembali. Bahkan tidak cukup hanya dengan mendengarkan, tapi juga perlu memahami dan menghayati. Di awal-awal pasti terasa sulit, namun jika kita sudah terbiasa maka akan menjadi mudah. Bagi anak dengan tipe audiotori sangan cocok, karena indera pendengar mereka lebih kuat dalam menerima informasi dibandingkan dengan indera penglihatan

untuk mendengarkan radio tidak asal sekedar mendengarkan, perlu konsentarasi agar dapat menyerap dengan baik seluruh informasi yang disampaikan. Pastinya akan membantu melatih kepekaan kita dalam mendengarkan. Dalam penggunaannya, radio cukup mudah untuk dioperasikan. Tinggal memutar tuning pengubah gelombang dan mencari siaran yang memenuhi selera kita.

Terkadang radio juga digunakan untuk mensosialisasikan program-program pemerintahan setempat kepada masyarakat. Kesenian tradisional suatu daerah seringkali disiarkan melalui siaran radio. Radio Republik Indonesia atau RRI salah satunya yang paling familiar. RRI sangat konsen dengan kebudayaan daerah dimana mereka berada. Seniman biasanya diundang untuk memamerkan keahlian mereka walaupun hanya via suara. Namun itu tidak mengurangi antusiame para pendengarnya.

Pentingnya Pelestarian Budaya mendukung pelestarian aset budaya bangsa. Kesenian tradisional Provinsi Lampung memiliki keragaman akan budaya, mulai dari adat istiadat, bahasa dan lain-lain. Keragaman ini menjadi salah satu keunikan suku Lampung itu sendiri. Ditengah-tengah era peradaban dunia yang semakin ketat, menjadikan budaya sebagai salah satu investasi yang mampu membangun negara di masa depan.

Dari sisi etnis dan budaya daerah sejatinya menunjuk kepada karaktreristik masing-masing keragaman bangsa Indonesia. Pada sisi yang lain, karakteristik itu mengandung nilai-nilai luhur memiliki sumber daya kearifan, di mana pada masa-masa lalu merupakan sumber nilai dan inspirasi dalam strategi memenuhi kebutuhan hidup, mempertahankan diri dan merajut kesejehteraan kehidupan mereka. Artinya masing-masing etnis itu memiliki kearifan lokal sendiri, seperti etnis Lampung yang dikenal terbuka menerima etnis lain sebagai saudara (adat muari, angkon). Beberapa nilai dan bentuk kearifan lokal, termasuk hukum adat, nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang ada sebagian bahkan sangat relevan untuk diaplikasikan ke dalam proses pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimilki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi kegenerasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa pun demikian, sebagaimana budaya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia, sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaanya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh.

Budaya bersifat kompleks, abstrak dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan prilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.